Keindahan alam kembali tersaji di sepanjang aliran Sungai Lae Kombih, Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Warga setempat ramai-ramai menikmati momen langka ketika bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) kembali mekar di sejumlah titik di bantaran sungai tersebut.
Bunga yang dikenal dengan sebutan bunga bangkai ini memiliki ukuran raksasa dan aroma khas menyerupai daging membusuk. Meski memiliki bau yang menyengat, justru keunikan itulah yang menarik perhatian masyarakat dan para pencinta flora langka.
Kepala Desa Sikelang, Ismail Anak Ampun, mengatakan bahwa fenomena mekarnya bunga bangkai ini kerap terjadi bersamaan dengan musim durian di Wilayah tersebut.
“Setiap kali musim durian tiba, bunga bangkai ini biasanya juga ikut mekar di beberapa lokasi di sepanjang Lae Kombih. Warga sudah terbiasa menemukannya,” ujarnya kepada acehkini, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, kemunculan bunga bangkai menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pendatang yang ingin melihat langsung salah satu bunga terbesar di dunia tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kelestarian tanaman langka ini dan tidak merusak habitatnya.
“Mekarnya bunga bangkai adalah berkah alam yang tidak selalu bisa dilihat setiap saat. Kami berharap masyarakat menjaga lingkungan sekitar sungai agar bunga ini tetap dapat tumbuh dan mekar secara alami,” ujarnya.

Ismail menyebutkan fenomena mekarnya bunga bangkai ini menjadi tanda bahwa kekayaan hayati di Subulussalam masih terpelihara dengan baik. Jika terus dijaga, kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata alam dan pusat penelitian flora langka di masa mendatang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak merusak atau memindahkan bunga ini. Jika habitatnya tetap terjaga, ke depan kawasan ini dapat menjadi lokasi penelitian dan pendidikan lingkungan,” ujarnya. []



