Kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Wilayah Kerja Aceh pada kuartal I tahun 2025 menunjukkan capaian positif. Kepala Divisi Operasi Produksi pada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Hafizullah, melaporkan hingga Maret 2025 realisasi produksi KKKS Wilayah Kerja Aceh tercatat sebesar 18.407 barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD).
“Angka ini setara 118% daritarget Work Plan and Budget (WP&B) tahun 2025 sebesar15.652 BOEPD” lanjut Hafizullah.
Kinerja lifting migas juga menunjukkan pencapaian positif. Hingga Maret 2025, lifting migas tercatat sebesar 11.360 BOEPD, atau 118% dari target WP&B sebesar 9.625 BOEPD.
Capaian positif ini didukung efektivitas kegiatanpemeliharaan fasilitas produksi yang dilakukan KKKS sehingga berhasil mempertahankan kinerja produksi di lapangan. Kemudian beberapa program optimasi diantaranyapigging pipa gas antar Cluster dan reaktivasi sumur suspended di Wilayah Kerja “B” turut memberikan dampak yang positifterhadap realisasi produksi dan lifting migas.
Kepala BPMA, Nasri Djalal menyampaikan apresiasi terhadap capaian ini. “Alhamdulillah, atas dukungan dan sinergi semua pihak, capaian produksi migas Aceh telah melampaui target sebesar 118%. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan membuktikan komitmen kuat Aceh dalam mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.
BPMA berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor migas. []


