Presiden Prabowo Subianto memimpin dialog virtual dengan para petani dari 14 provinsi dalam rangka Panen Raya Nasional, Senin (7/4/2025).
Acara berlangsung di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sebanyak 156 kepala daerah dan para gubernur turut serta dalam dialog tersebut.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, mengemukakan masalah dialami petani di Aceh Utara.
“Kepada Pak Presiden kami laporkan, untuk meningkatkan produksi gabah, Aceh membutuhkan saluran irigasi, penambahan pupuk, traktor, dan alat potong padi,” kata Mualem.
Ia menyebutkan masih banyak sawah di Aceh yang hanya mengandalkan hujan karena belum memiliki jaringan irigasi.
“Pak Presiden, saat ini di Aceh masih ada lahan sawah tadah hujan karena ketiadaan irigasi. Di Aceh Utara saja, setidaknya ada 9 kecamatan yang belum dialiri irigasi,” ujarnya.
“Mudah-mudahan ke depan Aceh lebih makmur dan lebih maju di bidang pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menyambut baik seluruh masukan yang disampaikan para petani dan kepala daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pertanian yang berpihak kepada rakyat.
“Saya ingin jadi Presiden, ingin jadi pemimpin yang berhasil menurunkan harga pangan untuk rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Menurutnya, kesejahteraan petani menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.[]


