Tim SAR gabungan mengevakuasi tiga jenazah yang ditemukan mengapung di perairan Calang, Kabupaten Aceh Jaya, pada Sabtu (23/3/2024). Mereka diduga pengungsi Rohingya yang kapalnya terbalik beberapa hari lalu.
“Pukul 12.15 WIB, nelayan Aceh Jaya yang sedang melaut melihat jenazah terapung di perairan Calang,” kata Al Hussain, Kepala Basarnas Banda Aceh, Sabtu (23/3/2024).
Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Dua jenazah perempuan berhasil dievakuasi pada pukul 16.00 WIB. Sementara satu jenazah laki-laki dievakuasi pada pukul 18.20 WIB.
Ketiga jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Teuku Umar Calang untuk diidentifikasi. Adapun operasi SAR hari pertama telah dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Ahad besok pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, sejumlah pihak menduga jenazah yang ditemukan itu pengungsi Rohingya yang kapalnya terbalik di perairan Aceh pada Rabu (20/3/2024).
Melalui operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan pada Kamis (21/3/2024), sekitar 75 orang berhasil dibawa ke daratan dengan selamat. Namun, menurut Badan Pengungsi PBB alias UNHCR, ada banyak korban yang hilang.
“UNHCR dan IOM sangat prihatin dengan besarnya potensi korban jiwa karena pengungsi yang diselamatkan mengatakan kapal tersebut sebenarnya mengangkut 151 orang,” kata UNHCR dan IOM dalam keterangan resmi kepada media, Jumat (22/3/2024).
Menurut laporan awal, pada Rabu (20/3/2024), pemerintah setempat di Aceh Barat melaporkan kedatangan enam pengungsi yang diselamatkan oleh nelayan dari kapal yang terbalik. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada dini hari di hari yang sama, sekitar 12 mil dari lepas pantai.
“Jika hal ini benar, maka ini akan menjadi insiden dengan korban jiwa terbesar sepanjang tahun ini,” kata UNHCR.[]


