HomeNews25 Hari Bencana, Wilayah Tengah Aceh Masih Terisolir

25 Hari Bencana, Wilayah Tengah Aceh Masih Terisolir

Published on

Sebagian besar jalan tembus ke wilayah tengah Aceh masih putus setelah 25 hari bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sejumlah titik dilaporkan telah tembus dengan kenderaan khusus.

Pemerintah Aceh menyampaikan perkembangan terbaru kondisi akses jalan menuju Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun menjelaskan beberapa ruas jalan strategis saat ini sudah mulai fungsional. “Namun, sebagian lainnya masih dalam tahap penanganan,” katanya Minggu (21/12/2025).

Akses Aceh Utara/Kota Lhokseumawe (KKA) – Bener Meriah saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Kendati demikian, lalu lintas masih terbatas dan pengguna jalan diminta untuk tetap mengutamakan kehati-hatian.

Sementara itu, akses Bireuen – Bener Meriah masih menghadapi kendala. Kendaraan R2 dan R4 baru dapat melintas hingga Jembatan Tenge Besi. Adapun kendaraan berpenggerak empat roda (4×4) masih memungkinkan melanjutkan perjalanan, namun hanya disarankan bagi pengemudi berpengalaman serta dilengkapi peralatan keselamatan, mengingat kondisi medan yang ekstrem.

Pada ruas jalan Bireuen ke perbatasan Bener Meriah, Nasir menyampaikan bahwa Jembatan Teupin Mane telah selesai dipasang jembatan bailey dan saat ini sudah fungsional. Uji coba open traffic juga telah dilakukan untuk memastikan kelayakan jembatan tersebut. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada penanganan badan jalan yang mengalami amblas dan terputus di sekitar lokasi.

Sementara ruas jalan dari Bener Meriah ke perbatasan Aceh Tengah, kondisi akses hingga saat ini masih terputus total. Sama halnya dengan kawasan di Gayo Lues, sebagian masih terisolasi dari jalur Bireuen dan Bener Meriah.

Jalur menuju wilayah tengah Aceh dapat dilalui melalui Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya. Jalan itu sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan atas Peningkatan Akses Pendidikan

Pemerintah Aceh meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera pada kategori...

Faisal Ilyas Jadi Dirut Baru PEMA

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA memasuki babak baru setelah Faisal Ilyas mendapat amanah...

Aceh Dapat Rp27 Miliar Dana REDD+, Mualem Dorong Penguatan Perlindungan Hutan

Aceh mendapat alokasi sekitar Rp27 miliar melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ sebagai bentuk...

Janji Menag Nasaruddin Umar Terwujud, MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali

Janji Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada masyarakat Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie...

Mawardi Nur Buka Babak Baru BPMA, Ini 3 Fokus Utamanya Kelola Migas Aceh

Mawardi Nur resmi memimpin Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggantikan Nasri Djalal. Dalam kepemimpinan...

More like this

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan atas Peningkatan Akses Pendidikan

Pemerintah Aceh meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera pada kategori...

Faisal Ilyas Jadi Dirut Baru PEMA

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA memasuki babak baru setelah Faisal Ilyas mendapat amanah...

Aceh Dapat Rp27 Miliar Dana REDD+, Mualem Dorong Penguatan Perlindungan Hutan

Aceh mendapat alokasi sekitar Rp27 miliar melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ sebagai bentuk...