Personel TNI Korem 011 Lilawangsa kembali menemukan sekaligus memusnahkan tanaman ganja seluas empat hektare di kawasan perbukitan Gampong Teupin Risep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (26/5/2025).
Personel TNI bersama tim BNN, dan polisi menuju ke Lokasi untuk menggunakan trail dan berjalan kaki sekitar lima kilometer, melalui akses jalan setapak.
Komandan Korem Lilawangsa, Kolonel Ali Imran melalui Kasi Intel Korem 011 Lilawangsa, Mayor Inf Jahrul Fahmi mengatakan ladang ganja kerap ditemukan oleh warga saat melakukan aktivitas di hutan seperti berburu maupun berkebun. Mereka kemudian melaporkan kepada Babinsa TNI terdekat.
“Hari ini ditemukan sekitar empat hektare lebih ladang ganja di lokasi terpisah, yakni seluas satu hektare di Dusun Alue Ie Seuke dan tiga hektare di Alue Garot, Gampong Teupin Risep, Sawang,” sebutnya.
Menurutnya, diperlukan keseriusan pemerintah daerah bersama seluruh instansi dan elemen masyarakat menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Pekan lalu, Rabu (21/5) ditemukan ladang ganja seluas satu hektar sekitar, kemudian hasil pengembangan ditemukan lagi pada Sabtu (24/5) di empat titik,” katanya.
Sementara pelaku atau pemilik ladang ganja tidak ditemukan. Tim akan terus melakukan pengembangan, kemungkinan jika ditelusuri lagi ke dalam hutan, diindikasi masih ada ladang ganja.
“Memanfaatkan tanah subur, karena di setiap lereng ada aluran air pergunungan, diharapkan masyarakat harus produktif mengalihkan menanam yang bermanfaat, seperti sayur, palawija sehingga menghasilkan rezeki yang halal, kalau ganja ini dilarang melangar hukum, bahkan dalam agama Islam juga tidak diperbolehkan,” imbaunya.
Mayor Jahrul Fahmi menilai, para pelaku sengaja menanam ganja di sela-sela pohon pinang, diduga tujuannya untuk mengelabui aparat, agar tidak terdeteksi apabila memantau menggunakan drone.
Di ladang ganja, tim yang dipimpin Pasi Intel Korem 011 Lilawangsa, Kapten Fredi Bastanta langsung mencabut seluruh tanaman ilegal tersebut, lalu dimusnahkan dengan cara dibakar. []



