HomeNewsPRHIA USK Laksanakan Kuliah Lapangan di Tanah Ulayat Mukim Seulimeum, Tanam Ratusan...

PRHIA USK Laksanakan Kuliah Lapangan di Tanah Ulayat Mukim Seulimeum, Tanam Ratusan Pohon

Published on

Pusat Riset Hukum, Islam dan Adat (PRHIA) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Lapangan di wilayah Masyarakat Hukum Adat (MHA) Mukim Seulimeum, Aceh Besar, Ahad (23/2/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Gampong Iboh Tunong, digelar atas izin Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK berkolaborasi denganĀ  Pusat Riset Kehutanan USK, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

Sebanyak 71 mahasiswa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, mereka berasal dari Mahasiswa Fakultas Hukum, Mahasiswa Fisip, dan mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian USK, serta mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.

Selain mahasiswa, dosen dari berbagai fakultas juga ikut serta dalam kegiatan ini, di antaranya dosen Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan dan Keguruan, dan Fakultas Pertanian USK.

Ketua Panitia, Teuku Muttaqin Mansur mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. ā€œBahwa di tengah hiruk pikuknya modernisasi masih terdapat Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang mempertahankan, menjaga dan melindungi hak-hak tradisionalnya secara kearifan lokal,ā€ katanya.

Hal ini selaras dengan peraturan perundangan di Indonesia yang mengakui dan menghormati MHA.Ā  Mahasiswa juga diajarkan agar peka terhadap lingkungan sekitar. ā€œKegiatan turut menanam 300 bibit pohon bersama-sama di Tanah Ulayat yang menjadi sumber mata air utama bagi MHA Mukim Seulimeum, khususnya di Gampong Iboh Tunong. Bibit pohon dukungan dari BPDAS Aceh,ā€ sambung Muttaqin.

Kepala PRHIA, Prof Azhari Yahya mengungkapkan, berada di tengah-tengah MHA merupakan kesempatan yang langka. Selama ini, mahasiwa belajar teori di kelasĀ  bersama dosen, sekarang mahasiswa belajar langsung pada perangkat adat, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dari sumber aslinya.

ā€œBelajar berbagai hal yang berkaitan dengan adat termasuk tanah ulayat. Ini tentu akan menjadi pengalaman sangat berharga bagi mahasiswa dalam menggali pengetahuan dan informasi aktual dari sumber yang terpercaya,ā€ katanya.

Kata Azhari, berkat kolaborasi dengan berbagai pihak selama ini, PRHIA telah berkontribusi nyata melalukan riset dan pendampinganĀ  dalam mepercepatĀ  lahirnya Tanah Ulayat di Aceh. Termasuk tanah ulayat yang ada di Mukim Siem dan Mukim Seulimeum ini.

Imeum Mukim Seulimeum, Tgk Munawar menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya pengabdian dosen dan kuliah lapangan mahasiswa dari dua perguruan tinggi negeri terbaik di wilayah MHA-nya. Dia berharap, USK dapat menjadikan MHA Mukim Seulimeum sebagai binaan.

Kegiatan tersebut juag diisi berbagai materi belajar yang disampaikan oleh tokoh Gampong Iboh Tunong, Tgk Aminullah; Wakil Kepala PRHIA, Dr. Sulaiman; Sekretaris PRHIA, Teuku Muttaqin Mansur; dan Ketua MAA Aceh Besar, Asnawi Zainun. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Jelang Ramadhan, Presiden Prabowo Kucurkan Rp72,75 Miliar Bantuan Sapi Meugang untuk Aceh

Menjelang bulan suci Ramadhan, Presiden Prabowo Subianto mengucurkan bantuan dana pembelian sapi meugang senilai...

Pemkab Lombok Barat Salurkan Bantuan Bencana ke Aceh

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan bencana kepada Pemerintah Aceh...

Jelang Ramadhan, Wagub Minta Daerah Terdampak Bencana Siap Listrik, Infrastruktur, dan Meugang

Menjelang bulan suci Ramadhan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana untuk...

Kak Na Dampingi Ketum TP PKK Pusat Salurkan Bantuan ke Gampong Pante Baroe Kumbang

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Marlina Muzakir, mendampingi Ketua...

Butuh Dana 153 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

Pemulihan pascabencana di Aceh membutuhkan dana sekitar Rp153,3 triliun. kebutuhan dana tersebut tercantum dalam...

More like this

Jelang Ramadhan, Presiden Prabowo Kucurkan Rp72,75 Miliar Bantuan Sapi Meugang untuk Aceh

Menjelang bulan suci Ramadhan, Presiden Prabowo Subianto mengucurkan bantuan dana pembelian sapi meugang senilai...

Pemkab Lombok Barat Salurkan Bantuan Bencana ke Aceh

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan bencana kepada Pemerintah Aceh...

Jelang Ramadhan, Wagub Minta Daerah Terdampak Bencana Siap Listrik, Infrastruktur, dan Meugang

Menjelang bulan suci Ramadhan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana untuk...