HomeOlahragaPersiraja akan Laporkan Wasit Cahya Sugandi ke PSSI dan Satgas Antimafia Bola

Persiraja akan Laporkan Wasit Cahya Sugandi ke PSSI dan Satgas Antimafia Bola

Published on

Persiraja Banda Aceh tak terima dengan sejumlah keputusan wasit Cahya Sugandi dalam laga melawan Malut United FC di leg pertama play-off promosi Liga 2 2023/24. Manajemen Persiraja akan melaporkan wasit tersebut ke Komite Wasit PSSI dan Satgas Antimafia Bola.

Laga antara Persiraja vs Malut United FC yang berlangsung di Stadion Langsa, Selasa (5/3/2024) sore, dipimpin wasit Cahya Sugandi, Asisten Wasit 1 Wisda Firmada, dan Asisten Wasit 2 Hendra Cipta Nasution. Wasit cadangan Axel Febrian, serta penilai wasit, Alil Rinenggo.

Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam mengatakan, keputusan melaporkan wasit tersebut karena sangat merugikan tim Persiraja dan memancing amarah pendukung yang hadir di stadion.

“Kami melaporkan wasit tersebut karena sangat kecewa dengan keputusan-keputusan yang diambil wasit dalam pertandingan Persiraja vs Malut United. Kami merasa bahwa ini adalah langkah yang harus kami ambil untuk menjaga integritas kompetisi dan marwah Aceh dalam tim Persiraja,” ujarnya lewat keterangan tertulis.

Nazaruddin yang juga anggota Komisi III DPR RI itu menyampaikan, dalam upaya untuk memastikan keadilan dan integritas kompetisi, Persiraja akan segera mengajukan laporan resmi kepada Komite Wasit PSSI.

“Kita juga akan melibatkan Satgas Antimafia Bola dan kepolisian sebagai mitra kerja Komisi III DPR RI, untuk menyelidiki apakah ada indikasi pengaruh atau intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam pertandingan tersebut,” sebutnya.

Sekretaris Umum Persiraja Rahmat Djailani menyampaikan bahwa saat ini semua berkas sedang disiapkan untuk laporan. “Sesuai arahan presiden, saat ini semua berkas untuk laporan ke Komite Wasit PSSI, dan Satgas Antimafia Bola sedang kita rampungkan. Dan akan segera kita laporkan,” ujarnya.

Persiraja Ditahan Imbang Malut United

Persiraja ditahan imbang oleh Malut United FC dengan skor 0-0 dalam laga leg pertama play-off promosi perebutan tempat ketiga Liga 2 2023/24 di Stadion Langsa, Selasa (5/3/2024) sore.

Meski nihil gol, laga Persiraja vs Malut United FC tetap panas dengan 8 kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit Cahya Sugandi. Lima di antaranya untuk pemain tuan rumah, dan tiga lainnya untuk penggawa tim tamu.

Wasit Cahya Sugandi dinilai membuat keputusan yang mengundang kericuhan pada injury time babak kedua. Saat itu, Al Muzan ni yang menggiring bola di dalam kotak penalti dijatuhkan oleh bek Malut United.

Namun, wasit tak memberikan pelanggaran terhadap kejadian tersebut. Skuad Persiraja protes keras kepada wasit. Bahkan para suporter Persiraja juga tak terima dengan keputusan tersebut dan menghampiri wasit hingga masuk ke lapangan.

Akibatnya, laga antara Persiraja vs Malut United FC ini harus terpaksa dihentikan dan akhirnya dinyatakan berakhir dengan skor 0-0.

Jadwal Leg Kedua

Pada Sabtu (9/3) mendatang, giliran Malut United FC yang bakal menjamu Persiraja Banda Aceh dalam laga leg kedua perebutan tempat ketiga Liga 2 di Stadion Madya, Jakarta. Laga ini akan menjadi partai final bagi kedua tim untuk mengamankan satu tiket tersisa menuju promosi Liga 1 musim depan.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...