BerandaNewsKhas‘Perang Geng, Mati Hal Biasa’: Alasan Pengungsi Rohingya ke Aceh

‘Perang Geng, Mati Hal Biasa’: Alasan Pengungsi Rohingya ke Aceh

Published on

Muhammad Alom angkat kaki dari kamp pengungsian Cox’s Bazar di Bangladesh. Ia membawa istri dan dua anaknya.

Situasi di kamp itu sekarang sedang tak aman. “Ada geng yang saling tembak. Orang mati hal biasa,” katanya, Senin kemarin, di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Saat malam tiba, geng dari Myanmar dan Bangladesh masuk ke kamp pengungsian. Bentrokan lalu meletus.

“Satu malam 4 sampai 6 orang mati,” katanya.

Menghindari perang antargeng, Muhammad menumpang perahu lalu melalui perjalanan laut: laut Benggala dan Selat Malaka yang gemuruh.

Pengungsi Rohingya di Aceh
Warga Banda Aceh melihat pengungsi Rohingya di Taman Sultanah Safiatuddin, Senin (11/12/2023). Foto: Habil Razali/acehkini

Ahad dini hari lalu, dia bersama 136 pengungsi Rohingya lainnya tiba di pantai Blang Ulam, Aceh Besar.

Kedatangan mereka menambah jumlah pengungsi Rohingya di Aceh yang total mencapai lebih dari seribu orang.

Di daratan Aceh, rombongan pengungsi ini justru ‘dipingpong’ tanpa kejelasan lokasi penampungan.

Muhammad tak punya tujuan pasti dari pelariannya itu.

Pengungsi Rohingya di Aceh
Pengungsi Rohingya menuju truk untuk dipindahkan ke tempat lain di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh, Senin (11/12/2023). Foto: Habil Razali/acehkini

Saat naik kapal bersama keluarganya, dia punya bayangan akan tiba di Thailand, Malaysia, dan Indonesia—kawasan tempat kapal-kapal mereka biasanya berlabuh.

“Ke mana saja,” katanya.

“Nasib baik sampai Aceh.”

Selama di laut, masalah utama adalah mesin kapal.

“Sekali hidup sekali mati,” katanya.

Pengungsi Rohingya di Aceh
Pengungsi Rohingya di Banda Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini

Muhammad tinggal di kamp Cox’s Bazar sejak 2017 setelah diusir dari tanah airnya di Rakhine, Myanmar. Militer negara itu membunuh orang Rohingya yang tak diakui sebagai warga negara.

“Banyak yang meninggal. Tanah semua sudah merah, orang-orang ditembak,” katanya.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News



Artikel Terbaru

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Jadi 15 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Husaini Bukhari (49 tahun), seorang jemaah haji asal Aceh...

58 Koleksi Kain Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran koleksi wastra (kain...

Operasi Patuh Seulawah, Polda Aceh Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Kepolisian Daerah Aceh bakal menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 sepanjang dua pekan ini: 15-28...

Sekda Aceh Tinjau Venue PON XXI di Sabang

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Azwardi, meninjau pengerjaan venue Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Nanang Indra Bakti Disambut Kalung Bunga di Polres Aceh Utara

Nanang Indra Bakti kini resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara. Berpangkat Ajun Komisaris...

More like this

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Jadi 15 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Husaini Bukhari (49 tahun), seorang jemaah haji asal Aceh...

58 Koleksi Kain Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran koleksi wastra (kain...

Operasi Patuh Seulawah, Polda Aceh Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Kepolisian Daerah Aceh bakal menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 sepanjang dua pekan ini: 15-28...