Sabtu, April 13, 2024
More
    BerandaGaya HidupWisataMenyusuri Jejak Duka di Museum Tsunami Aceh

    Menyusuri Jejak Duka di Museum Tsunami Aceh

    Published on

    Suara deru sepeda motor langsung mereda saat menemukan pohon rindang di area parkir Museum Tsunami Aceh, Kota Banda Aceh. Kendaraan yang terparkir tak banyak. Maklum ini hari keempat belas bulan Ramadan. Terik matahari begitu panas pada Senin (25/3/2024) siang itu.

    Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti dan menurunkan beberapa penumpang. Mereka mengabadikan momen di halaman museum sebelum bergegas masuk. Tiket masuk museum seharga Rp 5 ribu per orang.

    Museum Tsunami Aceh
    Wisatawan mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Senin (25/3/2024). Foto: Habil Razali/acehkini
    Museum Tsunami Aceh
    Pengunjung mengambil tiket masuk Museum Tsunami Aceh, Senin (25/3/2024). Foto: Habil Razali/acehkini

    Di dalam museum, pengunjung diajak menyusuri lorong tsunami. Suara zikir terdengar samar-samar diiringi teriakan dan gemuruh gelombang. Lorong ini remang-remang, dengan percikan air dari atas yang menyentuh kepala. Di sisi kiri dan kanan, tampak air mengalir di dinding.

    Keluar dari lorong, pengunjung disambut galeri foto yang menampilkan kerusakan Aceh akibat tsunami pada 26 Desember 2004. Ruangan remang-remang. Sorotan cahaya hanya pada kotak-kotak tempat foto-foto dipajang. Potret-potret tersebut menunjukkan Banda Aceh luluh lantak akibat bencana yang merenggut lebih dari 230 ribu jiwa.

    Museum Tsunami Aceh
    Pengunjung berjalan di lorong tsunami di Museum Tsunami, Senin (25/3/2024). Foto: Habil Razali/acehkini
    Museum Tsunami Aceh
    Pengunjung memotret gambar yang menampilkan kondisi Kota Banda Aceh beberapa hari setelah tsunami yang dipajang di Museum Tsunami Aceh, Senin (25/3/2024). Foto: Habil Razali/acehkini

    Bangunan rata tanah, jembatan hancur, kapal di daratan, hingga masjid yang masih kokoh di antara bangunan lain yang roboh terlihat dari galeri gambar itu. Pengunjung kemudian berjalan menyusuri ruang berikutnya: sumur doa.

    Ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalun di dalam sumur doa. Menghadirkan nuansa duka, kelam, dan gelap. Cahaya lampu kuning menyinari nama-nama korban yang ditempel di dinding melingkar bagai cincin sumur. Semakin ke atas, terlihat nama beraksara Arab dengan ukuran lebih besar: Allah.

    Museum Tsunami Aceh
    Pengunjung di ruang sumur doa Museum Tsunami Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini
    Museum Tsunami Aceh
    Lafal Allah menjadi daya tarik pengunjung yang memasuki ruang sumur doa di Museum Tsunami Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini

    Keluar dari sumur doa, lorong yang dilalui pengunjung mulai terang. Dinding di sebelah kanan tertulis nama-nama Allah SWT. Di ujung lorong, sebuah jembatan menanti. Di atasnya, tergantung bendera-bendera negara yang membantu Aceh melewati masa-masa sulit belasan tahun.

    Museum Tsunami menjadi tempat untuk mengenang bencana besar itu. Tak sekadar ruang pamer, bangunan ini dirancang sebagai tempat mitigasi dan evakuasi jika tsunami terulang kembali.

    Museum Tsunami Aceh
    Pengunjung menyusuri lorong bertulisan Asmaul Husna di Museum Tsunami Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini
    Museum Tsunami Aceh
    Museum Tsunami Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini

    Museum ini rancangan Ridwan Kamil, dosen arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB). Museum telah direncanakan lama untuk menjadi warisan bagi dunia dalam mengingat tsunami Aceh.

    Di setiap bagian bangunan menyimpan memori tentang tsunami, banyak foto-foto dan audio visual yang dapat dilihat setiap pengunjung di ruang memorial.

    Museum Tsunami Aceh
    Dua pengunjung melihat foto penyintas tsunami yang ditampilkan di Museum Tsunami Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini

    Museum Tsunami Aceh diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2009. Keberadaannya menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang dahsyatnya Tsunami Aceh dan pentingnya mitigasi bencana.

    Museum ini juga menjadi simbol harapan bagi Aceh untuk bangkit dan pulih dari tragedi tersebut.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

    Artikel Terbaru

    5.604 Narapidana di Aceh Dapat Remisi Khusus Idulfitri, Dua Napi Langsung Bebas

    Sebanyak 5.604 narapidana di Aceh mendapatkan remisi khusus atau pengurangan masa pidana dalam rangka...

    Liga 1 Kembali Bergulir 15 April 2024

    Lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 2023/24 dipastikan kembali bergulir pada 15 April 2024....

    Pj Gubernur Bersama Kepala SKPA Silaturahmi Idulfitri ke Forkopimda Aceh

    Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama istri Mellani Bustami serta Pj Sekretaris Daerah Aceh...

    Suasana Idulfitri di Masjid Al-Falah Seoul, Masjid Indonesia Pertama di Korea Selatan

    Seperti umat muslim lainnya di seluruh dunia, Rabu (10/4/2024), ribuan muslim yang tinggal di...

    Gubernur dan Pejabat di Aceh Salat Idulfitri di Masjid Raya Baiturrahman

    Penjabat (Pj)  Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama Forkopimda Aceh dan ribuan masyarakat Banda Aceh,...

    More like this

    5.604 Narapidana di Aceh Dapat Remisi Khusus Idulfitri, Dua Napi Langsung Bebas

    Sebanyak 5.604 narapidana di Aceh mendapatkan remisi khusus atau pengurangan masa pidana dalam rangka...

    Liga 1 Kembali Bergulir 15 April 2024

    Lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 2023/24 dipastikan kembali bergulir pada 15 April 2024....

    Pj Gubernur Bersama Kepala SKPA Silaturahmi Idulfitri ke Forkopimda Aceh

    Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama istri Mellani Bustami serta Pj Sekretaris Daerah Aceh...