Bencana kekeringan masih melanda kawasan Kecamatan Lhoknga dan sekitarnya. Pemerintah Aceh Besar telah menyalurkan sebanyak 3 juta liter air bersih dalam sebulan terakhir.
Penyaluran dilakukan posko tanggap darurat kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, terhitung sejak berdirinya posko tersebut di Lhoknga, pada awal Juli lalu.
“Total penyaluran air bersih sejak penempatan posko tanggap darurat kekeringan di halaman kantor Camat Lhoknga mencapai 3.042.500 liter,” ujar Firdaus, perwakilan posko tanggap darurat kekeringan mewakili Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, Jumat (2/8/2024).
Firdaus menjelaskan, sebanyak 27 gampong di Kecamatan Lhoknga menerima penyaluran air bersih tersebut, yaitu; Meunasah Bale Lampuuk, Meunasah Blang Lampuuk, Meunasah Mesjid Lamlhom, Lamgirek, Meunasah Beutong, Meunasah Baro Lamlhom, Meunasah Mon Cut, Meunasah Manyang, Meunasah Lambaro, Lampaya, Weu Raya, Mon Ikeun, Lamgaboh, Lamkruet, Aneuk Paya, Naga Umbang, Lam Ateuk, Kueh, Lamcok, Nusa, Tanjong, Seubun Ketapang, Meunasah Karieng, Seubun Ayon, dan Lambaro Seubun.
“Selain 27 gampong di Kecamatan Lhoknga, ada dua gampong lainnya di Kecamatan Peukan Bada juga menerima penyaluran air bersih, yakni Lampisang dan Keuneu,” terang Firdaus.
Harapannya, penyaluran air bersih tersebut membuat masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terbantu dan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. BPBD Aceh Besar berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan selama kondisi kekeringan ini berlangsung. []