Senin, Maret 4, 2024
More
    BerandaNewsKilasKapal Diduga Milik Rohingya Dicegat di Andaman saat Perjalanan Menuju Indonesia

    Kapal Diduga Milik Rohingya Dicegat di Andaman saat Perjalanan Menuju Indonesia

    Published on

    Sebuah kapal yang membawa sekitar 142 orang diduga pengungsi Rohingya dicegat otoritas keamanan di dekat Shaheed Dweep, Kepulauan Andaman, India, pada Ahad kemarin.

    “Kapal tersebut berangkat dari Bangladesh sekitar 14-15 hari yang lalu dan sedang dalam perjalanan menuju Indonesia,” kata polisi setempat sebagaimana dikutip India Today.

    Menurut India Today, Ahad pagi kemarin polisi Port Blair menerima informasi tentang pergerakan kapal mencurigakan di dekat Shaheed Dweep. Otoritas keamanan laut melakukan pencarian dan menemukan kapal itu.

    “Mereka yang berada di dalamnya termasuk 47 perempuan dan 59 anak di bawah umur,” tulis media India itu.

    Kapal itu ditarik ke Shaheed Dweep l oleh polisi laut setempat karena mengalami kendala teknis dan tidak layak untuk perjalanan lebih jauh.

    Semuanya dibawa ke Port Blair dan ditempatkan di penampungan sementara oleh pemerintah setempat untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut.

    Sebelumnya, Badan Pengungsi Dunia (UNHCR) menyerukan negara-negara di kawasan untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap kapal berisi 185 orang yang mengalami kesulitan dengan posisi terakhir di dekat Kepulauan Andaman dan Nicobar, India.

    Perairan Andaman berbatasan langsung dengan perairan Aceh.

    “Di antara mereka ada sekitar 70 anak-anak dan 88 perempuan. Setidaknya selusin dikhawatirkan berada dalam kondisi kritis dengan satu orang dilaporkan telah meninggal,” kata UNHCR.

    Namun, sejauh ini belum ada informasi apakah kapal yang dicegat tersebut kapal yang sama seperti dimaksud UNHCR. “Anda harus menanyakannya kepada otoritas keamanan pantai India,” kata Babar Baloch, juru bicara UNHCR Asia Pasifik kepada acehkini, Senin (25/12/2023).

    Sejak pertengahan November lalu, beberapa gelombang pengungsi Rohingya tiba di Aceh. Jumlahnya kini lebih dari 1.500 orang.

    Mereka pergi dari kamp pengungsian Cox’s Bazar di Bangladesh dan melalui laut Andaman dengan situasi yang berbahaya hingga akhirnya tiba di Aceh.

    Orang-orang Rohingya menjadi etnis minoritas paling teraniaya di dunia. Mereka diusir dan tak diakui warga negara di tanah airnya: Myanmar.

    Bertahun-tahun, mereka hidup di kamp pengungsian di Bangladesh, jumlahnya lebih dari sejuta orang.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...

    Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote saat Diskusi di AJI Banda Aceh

    Sutradara dokumenter Dirty Vote, Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah...

    APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Gubernur Aceh Terbitkan Pergub

    Anggaran Pendapatan dan Balanja Aceh (APBA) 2024 belum mendapatkan persetujuan bersama dari Pemerintah dan...

    More like this

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...