Akun resmi Instagram milik media massa acehkini.id dengan username @acehkini hilang sekitar pukul 17.28 WIB, Kamis (28/12/2023). Instagram menyatakan akun ditangguhkan.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan peristiwa itu masalah serius. Menurutnya, acehkini bagian dari media yang harus dilindungi oleh negara termasuk juga para penyedia jasa telekomunikasi dan platform besar seperti Meta.
“Negara punya kewajiban melindungi media seperti acehkini agar tetap menjadi media yang memberitakan kejadian-kejadian di lapangan, termasuk masalah pengungsi [Rohingya] lebih objektif,” kata Usman Hamid, Kamis.
Karena, menurutnya, sekarang ini masyarakat dihadapi disinformasi, misinformasi, dan berita-berita bohong dengan diselimuti narasi kebencian terhadap pengungsi Rohingya.
“Ini sangat masif dan terstruktur, karena itu pemerintah tidak boleh diam saja, tapi harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan ujaran-ujaran negatif itu tidak berlanjut dan bila perlu diambil tindakan-tindakan hukum,” katanya.
“Kalau pemerintah diam saja, maka pemerintah dianggap bertanggung jawab atas penyerangan terhadap Rohingya, menyebarluasnya narasi negatif antimuslim, anti-Rohingya, antipengungsi, dan juga kebencian lain termasuk menyerang media-media yang dipandang oleh penyerang itu tidak menyuarakan kebencian mereka. Ini saya kira masalah yang sangat serius.”
Usman Hamid mengatakan dalam hal pengungsi Rohingya, peristiwa yang menimpa acehkini adalah pertama kali sebuah akun media diserang sampai hilang.
“Saya kira ada semacam orkestrasi melalui buzzer yang sebagian memang dibayar untuk menyebarkan, sebagian lain mungkin tidak memiliki pemahaman akibat dari misinformasi dan disinformasi sehingga meluapkan kebencian-kebencian tidak berdasar,” katanya.
Akun @acehkini kembali dapat diakses sekitar pukul 17.50 WIB. Saat dicari dengan akun yang lain juga kembali muncul. Beberapa hari terakhir, akun tersebut intens menyajikan laporan jurnalistik mengenai pengungsi Rohingya di Aceh.[]



