Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah mengajak masyarakat untuk menyukseskan dua even besar di tahun 2024, yaitu gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan saat berbuka puasa bersama dengan tokoh masyatakat dan keluarga besar, di kediaman Haji Subarni, Bireuen, Ahad (31/3/2024).
“PON adalah pertaruhan nama baik Aceh, karena PON yang akan kita gelar September nanti menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan Aceh ke saudara-saudara se-Nusantara. Kemudian terkait Pilkada, kami ingin mengajak kita semuanya untuk berkaca pada suksesnya gelaran Pilpres dan Pileg yang hasilnya telah diumumkan oleh KPU yang lalu. Hal itu tidak lepas dari kebersamaan, kekompakan dan kolaborasi dari semua pihak,” kata Gubernur.
Bustami mengingatkan masyarakat bahwa Aceh membutuhkan semangat, Aceh membutuhkan pikiran, dan Aceh membutuhkan gagasan dari semua kalangan. “Cukuplah masa lalu menjadi kenangan. Saatnya kini kita menatap masa depan, masa depan kita dan anak cucu kita serta masa depan Aceh yang Darussalam, Aceh yang mulia dan Aceh yang memiliki marwah, harkat dan martabat. Maka dukungan dari keluarga dan seluruh masyarakat sangat kami butuhkan,” katanya.
Memperkuat Silaturahmi
Pj Gubernur Aceh juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat silaturrahmi dan kebersamaan dalam keluarga akan menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengejar impian dan mengatasi segala bentuk rintangan. Tidak hanya itu, Kebersamaan dalam keluarga juga membuat setiap individu mendapat tempat perlindungan karena do’a-do’a akan terus mengalir mengiring setiap nafas perjuangan.
“Marilah kita membangun silaturahmi yang kuat dan dimulai dari keluarga-keluarga kita sebagai komponen penting dalam melahirkan ukhuwah. Menurut Profesor Muhammad Quraish Shihab, ukhuwah yang biasa diartikan sebagai persaudaraan, terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti memperhatikan,” ujar Gubernur.
Makna asal kata ini, katanya, memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara. Pada mulanya, perhatian lahir karena adanya persamaan di antara pihak-pihak yang bersaudara, sehingga makna tersebut kemudian berkembang.
“Pada akhirnya, ukhuwah diartikan sebagai setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, baik persamaan keturunan, dari segi ibu, bapak, atau keduanya, maupun dari segi persusuan,” kata Bustami.

“Untuk itu, atas nama Penjabat Gubernur Aceh, kami mengajak seluruh komponen dan elemen masyarakat untuk saling bersatu padu menebarkan kedamaian serta membangun kebersamaan. Saya akan menjadi orang yang berdiri paling depan untuk itu, karena kita sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti tuntas dikerjakan untuk mencapai kemashlahatan,” sambung Pj Gubernur Aceh.
Dia mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan untuk menyatukan nilai-nilai spiritual, moral, sosial, fisik, medis dan psikologis untuk membangun suatu kesatuan yang dibarengi dengan semangat gotong royong dan saling tolong menolong, terutama dalam hal kebaikan.
sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 2. “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Acara buka puasa bersama di kediaman mertua Pj Gubernur Aceh tersebut turut dihadiri oleh ulama karismatik Aceh Tgk Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled Nu, Ketua DPRA Zulfadli, Prof. Humam Hamid, sejumlah anggota DPRA, Pj Bupati Bireuen Aulia Sofyan serta Forkopimda Bireuen. []



