Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (DEMA FSH UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan program desa binaan di Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, selama empat hari, 21-24 Desember 2023.
Program desa binaan yang dilaksanakan DEMA FSH UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini bertujuan dalam membina masyarakat Gampong Lamsujen dari segi sosial, pendidikan, ekonomi, politik dan hukum. Kegiatan ini juga untuk membentuk jiwa sosial dan pengimplementasian kreativitas mahasiswa terhadap masyarakat di Lamsujen.
Lewat program “Desa Binaan Syariah dan Hukum”, DEMA FSH UIN Ar-Raniry melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya adalah penyuluhan hukum door to door, taman kreasi Lamsujen, bedah Qanun Gampong, nonton bersama dan sharing inspirasi, lapak baca, bank sampah, dan doa bersama December to Remember untuk memperingati 19 tahun gempa dan tsunami Aceh.
“Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dan berlanjut dengan masyarakat melalui tahapan riset dan wawancara secara komprehensif dan sosiologis masyarakat,” kata Ketua DEMA FSH UIN Ar-Raniry, Aliyul, dalam keterangannya, Senin (25/12/2023).
Aliyul mengatakan, pembinaan ini bersifat berlanjut dan akan dibina sempai visi dan misi dari desa binaan syariah dan hukum tercapai. “Hal ini berbeda dengan KKN atau KPM yang hanya berlangsung selama 1 bulan atau 40 hari. Dan harapannya desa binaan ini berlanjut di tahun yang akan datang,” ujarnya.

Menurut Aliyul, sudah seharusnya BEM atau DEMA fakultas atau universitas yang ada di Aceh mempunyai program desa binaan terhadap desa di provinsi Aceh, sebab banyak sekali desa lainnya yang masih membutuhkan pembinaan dari mahasiswa.
Keuchik Lamsujen, Husaini Daud, mengapresiasi program desa binaan yang dilaksanakan oleh 23 anggota DEMA FSH UIN Ar-Raniry tersebut. Hal ini sebagaimana disampaikannya pada penutupan kegiatan yang berlangsung Ahad, 24 Desember 2023.
“Kami sangat mengapresiasi adik-adik mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum. Dan suatu kebanggaan bagi kami telah memilih Desa Lamsujen sebagai desa binaan,” ujarnya.[]



