Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-II Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh di Hotel Madinatul Zahra, Lampeunurut, Aceh Besar, telah berakhir pada Minggu (4/10/2026). Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi sebagai penguatan organisasi dan akan diimplementasikan dalam program kerja 2027.
Sebelum penutupan yang dilakukan oleh Ketua Tim Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Khairuddin, seluruh peserta Rakerwil II PW APRI Aceh sepakat untuk tetap menjalankan sejumlah program prioritas dan melanjutkan kembali program yang relevan dengan perkembangan organisasi APRI Aceh ke depan.
Di antara sejumlah poin rekomendasi dan tertuang dalam tiga ruang lingkup, yang mencakup internal organisasi, instansi pembina, dan rekomendasi kepada Pemerintah Aceh.
Adapun rekomendasi untuk internal APRI Aceh disepakati:
- Kepatuhan pada iuran wajib anggota Apri sebagai dasar untuk menggerakkan roda organisasi.
- Mendorong kepengurusan APRI di tingkat Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah untuk memperbanyak program peningkatan kompetensi penghulu di setiap jenjang sesuai standar kompetensi penghulu.
Rekomendasi untuk instansi pembina;
- Mengusulkan kepada instansi pembina untuk pemberian rating penilaian e-kinerja di atas ekspektasi bagi PW dan PC atas rekomendasi ketua cabang dan ketua wilayah.
- Mengusulkan kepada instansi pembina agar memberikan sebuah ruang di Kanwil Kemenag Aceh sebagai sekretariat PW APRI Aceh.
- Instansi pembina agar melibatkan PW APRI Aceh dalam setiap promosi, mutasi, dan kenaikan jantung fungsional penghulu.
- Memberikan reward bagi penghulu berprestasi baik di tingkat kabupaten/kota provinsi, dan nasional.
Sedangkan untuk rekomendasi pemerintah daerah;
- Mendorong Pemerintah Aceh percepatan pembahasan lahirnya rancangan qanun hukum keluarga.
- Mendorong Pemerintah Aceh terlibat aktif dalam ketahanan keluarga dan menjadikan organisasi APRI sebagai mitra.
Sebelum menutup Rakerwil, Katim Bina Hulu dan Keluarga Sakinah Khairuddin mengapresiasi organisasi profesi APRI Aceh karena keberadaannya sangat berdampak bagi entitas kepenghuluan di Aceh.
“APRI bukan sekadar tempat berkumpulnya penghulu, namun harus memberi warna bagi anggotanya dan bagi masyarakat. APRI harus bergerak dari tempat berkumpul menjadi rumah belajar dalam pengembangan kompetensi, advokasi dan penjaga Marwah profesi penghulu itu sendiri,” paparnya saat memberikan pembinaan kepenghuluan menjelang Rakerwil ditutup.
Ketua PW APRI Aceh, Fadli MH, mengajak semua jajaran pengurus baik tingkat PC dan PW untuk bersama-sama membesarkan organisasi APRI masa bakti 2025-2029.
Menyahuti harapan Kepala Kemenag Aceh dan Katim Bina Hulu dan Keluarga Sakinah untuk tetap memegang teguh pada nilai-nilai kepenghuluan sesuai dengan syariat, regulasi, dan kearifan lokal, Kepada KUA Darul Ihsan itu mengajak semua anggota APRI Aceh untuk tetap istiqamah dan patuh pada setiap koridor hukum, tugas dan fungsi, serta menjalankan tugas utama penghulu demi kemaslahatan anggota dan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjalankan setiap amanah organisasi yang ada sebagai fondasi dasar dalam memajukan APRI ke depan, karena kita sebagai pemegang mandataris organisasi ini, nantinya akan dituntut pertanggungjawabannya oleh Allah di yaumil akhir kelak,” ujarnya.[]
Halim Mubary


