Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Aceh dalam mendukung percepatan Proyek Pengembangan Gas Alam di Wilayah Kerja South Andaman.
Proyek strategis ini dijalankan oleh SKK Migas bersama Mubadala Energy, dan dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh dan wilayah sekitarnya.
“Proyek ini harus sukses. Pemerintah Aceh siap membantu dan memfasilitasi percepatan seluruh tahapan yang diperlukan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kami ingin melihat Sumur Tangkulo segera berproduksi,” ujar Gubernur Muzakir dalam pertemuan bersama pimpinan Mubadala Energy dan SKK Migas pada Kamis malam, (3/10/2025) di salah satu hotel di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut hadir Presiden Direktur Mubadala Energy, Abdullah; Wakil Kepala SKK Migas; serta Kepala SKK Migas Sumatera Bagian Utara, C.W. Wicaksono. Pertemuan membahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan lapangan gas Layaran dan Tangkulo yang telah ditemukan sejak penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC) pada tahun 2019.
Lapangan Layaran tercatat memiliki potensi sumber daya gas sekitar 6 triliun kaki kubik (TCF), sementara Tangkulo diperkirakan menyimpan cadangan sebesar 2 TCF. Seluruh produksi dari Tangkulo dirancang untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, khususnya untuk sektor industri pupuk dan pembangkit listrik.
Gubernur Muzakir menekankan bahwa proyek ini tidak hanya akan menjamin ketersediaan pasokan energi, tetapi juga menjadi kunci dalam pengembangan industri hilir berbasis gas di Aceh. “Kita berbicara tentang multiplier effect—dari industri petrokimia hingga lapangan kerja baru. Ini momentum penting bagi transformasi ekonomi Aceh,” tambahnya.
Meski memiliki potensi besar, proyek ini menghadapi tantangan teknis karena berada di laut dalam dengan kedalaman air 1.200–1.300 meter dan reservoir hingga 3.200 meter. Selain itu, proyek masih memerlukan kepastian komersial, terutama terkait harga gas yang bisa menjamin keekonomian dan keberlanjutan investasi.
Gubernur menegaskan kesiapan Pemerintah Aceh untuk memberikan dukungan dalam aspek perizinan, pengawalan kebijakan, hingga sinkronisasi program strategis pusat dan daerah. Ia berharap rencana pengembangan (POD) dan tahapan engineering dapat segera diselesaikan agar produksi gas dari South Andaman bisa dimulai dalam waktu dekat.
Dengan sinergi dan komitmen kuat antara semua pihak, Gubernur yakin proyek South Andaman akan menjadi tonggak penting bagi masa depan energi Indonesia dan kesejahteraan Aceh ke depan. []



