HomeNewsAgustus dan Perjuangan Kemerdekaan di Berbagai Belahan Dunia

Agustus dan Perjuangan Kemerdekaan di Berbagai Belahan Dunia

Published on

Agustus menjadi bulan penting yang selalu diingat bangsa Indonesia. Sebab, pada bulan inilah Indonesia menjadi negara merdeka setelah sekian lama di bawah belenggu penjajahan. Namun, tidak hanya Indonesia yang merayakan hari jadinya pada bulan ini. Ternyata beberapa negara di berbagai belahan dunia juga merayakan suka cita pada bulan yang sama.

Malaysia

Negara tetangga terdekat Indonesia ini meraih kemerdekaan pada 31 Agustus 1957 setelah perjuangan panjang. Pada 1511, Malaka dikuasai oleh Portugis, kemudian kekuasaan diambil alih oleh Belanda pada 1641. Seabad kemudian tepatnya pada 1786 giliran Kerajaan Inggris Raya mulai menguasainya, ketika Sultan Kedah menyewakan Pulau Penang kepada British East India Company. Tahun 1819 Inggris mencoba menguasai daerah Singapura, lalu Malaka setelah perjanjian Anglo-Dutch Treaty dan dilanjutkan dengan daerah selanjutnya.

Saat perang dunia kedua dimulai, tentara Jepang mulai menginvasi dan menjajah Malaya, Kalimantan Utara, Serawak, dan Singapura selama tiga tahun. Saat itu terjadi, banyak pertikaian etnis dan kesadaran nasional mulai bangkit. Dukungan perjuangan meningkat pesat saat Malaya kembali ditaklukan oleh pasukan sekutu pasca kemenangan perang dunia kedua.

Rencana Inggris membuat Malaysia sebagai daerah koloninya ditentang keras. Dan akhirnya setelah perlawanan panjang, kemerdekaan diperoleh setelah Federasi Malaya berhasil melepaskan diri dari Inggris.

Singapura

Singapura pada 1867 berada di bawah kendali langsung Inggris sebagai bagian Straits Settlements. Setelah diduduki Jepang tahun 1942, daerah ini dikembalikan ke kendali Inggris sebagai koloni terpisah pada 1945. Singapura lalu menjadi bagian baru dari Federasi Malaysia tahun 1963 setelah sebelumnya memiliki pemerintahan sendiri. Perbedaan mendasar akan ideologi membuat Singapura keluar dari Federasi dua tahun kemudian dan menjadi negara yang berdaulat tahun 1965.

Korea Selatan dan Korea Utara

Kedua negara ini berbagi hari kemerdekaan yang sama yaitu 15 Agustus, setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Hari yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Korea dan mimpi-mimpi mereka menjadi kenyataan. Perayaan ini di Korea Selatan dikenal dengan nama Gwangbokjeol yang berarti hari restorasi cahaya. Sementara Korea Utara mengenalnya dengan nama Jogukhaebangui Nal.

Pada waktu itu para pemimpin negara termasuk Yeo Un Hyeong membentuk komite persiapan pendirian negara Korea. Namun sekutu memiliki rencana memisahkan Semenanjung Korea secara paralel menjadi dua zona operasi militer untuk Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Pemerintahan independen keduanya dilakukan tiga tahun kemudian tanggal 15 Agustus 1948. Korea Utara memilih Kim Il Sung sebagai pemimpin mereka, sedangkan Korea Selatan menunjuk Syngman Rhee menjadi presiden. Ketegangan kedua wilayah meningkat setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet yang awalnya bersekutu memulai perang dingin.

India dan Pakistan

Politik penjajahan Inggris Raya yang berkepanjangan dalam menjalankan Devide and Rule atau melakukan perpecahan berdasarkan agama dan kasta menjadi akar perselisihan agama di kedua negara. Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang kemerdekaan India 1947, di dalamnya memuat adanya perintah demarkasi atau pemisahan antara India yang penduduknya bermayoritas Hindu dan Pakistan dengan penduduk muslim terbanyak.

Ketentuan ini diputuskan oleh Inggris pada tanggal 14-15 Agustus 1947. Sehingga berdasarkan ini, Pakistan menetapkan hari kemerdekaanya 14 Agustus 1947 dan India sehari setelahnya 15 Agustus 1947. Pemisahan yang dilakukan secara mendadak ini menimbulkan gelombang pengungsian besar-besaran dan paling banyak dalam sejarah dan meningkatkan kerusuhan antaragama.

Pengacara Inggris Cyril Radcliffe diberikan waktu tiga hari untuk membagi kedua negara ini. Pembagian mendadak tanpa pemahaman yang baik akan kedua daerah menyebabkan konflik berkepanjangan antara dua negara sampai sekarang.

Bahrain

Bahrain berasal dari bahasa Arab yang artinya dua laut diambil dari letak geografi bahwa pulau ini memiliki sumber air tawar dan asin yang terpisah di selatan dan utara. Keberadaan pulau-pulau ini di selatan teluk Persia menarik banyak minat penjelajah dan penjajah.

Sepanjang abad ke-16 hingga 1743 wilayah Arab ini terus berada antara perebutan antara Parsi dan Portugis sehingga akhirnya Nadir Shah sebagai raja Parsi menguasai Bahrain yang kemudian dikudeta oleh keluarga Al-Khalifa pada abad ke-18. Agar tidak dapat dikuasai kembali oleh Parsi, mereka melakukan kerja sama dengan Inggris Raya dan berada di bawah koloninya.

Penemuan minyak pada tahun 1931, membuat Bahrain memulai pembangunan besar-besaran dan pengaruh Inggris di wilayah ini juga terus meningkat. Namun setelah perang dunia kedua usai, sentimen anti-Inggris meningkat di negara-negara Arab yang menyebabkan kerusuhan besar di sana. Berbagai upaya politik dilakukan termasuk berkonflik dengan Iran. Akhirnya Inggris setuju meninggalkan Bahrain pada 15 Agustus 1971.

Afghanistan

Negara ini meraih kemerdekaannya pada 19 Agustus 1919. Perjanjian Rawalpindi yang ditandatangani dengan Inggris Raya mengembalikan kedaulatan penuh pada Afghanistan setelah sekian lama dijajah. Perjanjian ini memberikan status netral hubungan kedua negara.

Negara Asia Tengah ini menjadi jalan dagang strategis yang menghubungkan India dengan Persia, Asia Barat, Tiongkok hingga Eropa dan menjadikannya jalur sutra kuno yang sibuk. Daerah Afghanistan muncul pada tahun 1747 saat bersatunya suku-suku Pashtun di bawah kepemimpinan Ahmad Shah Durrani.

Namun pascakemerdekaan, kudeta demi kudeta konflik serta perebutan kekuasaan terus terjadi di negara ini.

Selain negara-negara di atas masih ada negara lainnya yang juga merayakan kemerdekaan pada bulan Agustus ini, seperti Trinidad Tobago (31 Agustus 1962, merdeka dari Inggris), Uruguay (24 Agustus 1991, negara pecahan Uni Soviet), Jamaika (6 Agustus 1962, merdeka dari Inggris), Bolivia (6 Agustus 1825, merdeka dari Spanyol), Ekuador (10 Agustus 1809, merdeka dari Spanyol), Chad (11 Agustus 1960, merdeka dari Perancis), dan Republik Afrika Tengah (13 Agustus 1960, merdeka dari Perancis).

Kemudian, Republik Demokratik Kongo (15 Agustus 1960, merdeka dari Perancis), Gabon (17 Agustus 1960, merdeka dari Perancis), Ukraina (24 Agustus 1991, merdeka dari Uni Soviet), Moldova (27 Agustus 1991, merdeka dari Uni Soviet), Kyrgyzstan (31 Agustus 1991, negara pecahan Uni Soviet), Liechtenstein (15 Agustus 1940, merdeka dari Jerman), dan Burkina Faso (5 Agustus 1960, merdeka dari Perancis).[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

FJL dan Pemuda Jantho Gelar Aksi Hari Bumi di Krueng Jaling

Ikatan Pemuda Jantho Lestari bersama Forum Jurnalis Lingkungan Aceh menggelar peringatan Hari Bumi sebagai...

UTBK SNBT 2026 di USK Digelar di 13 Lokasi, Diikuti 12.648 Peserta

Sebanyak 12.648 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Tahun...

Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak di Bener Meriah-Aceh Tengah

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung sejumlah...

Haflah Takhrij Dayah Insan Qurani 2026: 152 Santri Lulus, 55 Khatam Hafalan 30 Juz

Dayah Insan Qurani kembali menggelar Wisuda Santri Akhir Angkatan X yang berlangsung di AAC...

Muscab DPC PKB Subulussalam Digelar, Perkuat Konsolidasi dan Harapan Politik ke Depan

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Subulussalam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab),...

More like this

FJL dan Pemuda Jantho Gelar Aksi Hari Bumi di Krueng Jaling

Ikatan Pemuda Jantho Lestari bersama Forum Jurnalis Lingkungan Aceh menggelar peringatan Hari Bumi sebagai...

UTBK SNBT 2026 di USK Digelar di 13 Lokasi, Diikuti 12.648 Peserta

Sebanyak 12.648 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Tahun...

Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak di Bener Meriah-Aceh Tengah

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung sejumlah...