Bupati Bireuen, Mukhlis mengajak HMI dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Bireuen untukĀ memperkuat sinergi dalam menghadapi masa transisi dari tanggap darurat menuju masa pemulihan pascabencana.
“Terlebih lagi Kabupaten Bireuen merupakan salah satu kawasan yang secara geografis rentan terhadap bencana alam, seperti gempa, banjir, dan tanah longsor seperti yang terjadi baru-baru ini. Kita perlu kesiasiagaan bencana termasuk mitigasi bencana,” ingat Bupati saat pelantikan HMI dan Kohati Cabang Bireuen di Aula Sekdakab Lama, Sabtu (7/2/2026)
Bupati juga mengajak HMI dan Kohati tidak hanya terlibat dalam ruang diskusi, tapi juga harus dapat memberikan sumbangan pikiran kepada Pemkab Bireuen. “Kami sebagai pimpinan daerah juga menerima saran dan kritikan yang konstruktif untuk memajukan Bireuen ke arah yang lebih baik,” harapnya.
Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Aceh, Reza Hendra Putra berharap agar bupati dapat memberikan ruang kepada HMI Bireuen dalam memperbaiki seluruh dimensi kehidupan baik sosial politik, budaya, ekonomi, dan agama.
“Adik-adik HMI dan Kohati butuh ruang untuk berorganisasi sebagai bentuk aktualisasi diri. Jadikanlah HMI sebagai katalisator penyambung lidah masyarakat,” harap alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.
Reza mengajak HMI dan Kohati untuk dapat mewarnai dinamika sosial politik sebagai bentuk kepedulian terhadap gerakan intelektual generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
Perwakilan Presidium KAHMI Bireuen, Agus Irwanto menyampaikan, kehadiran HMI Bireuen telah melalui berbagai dinamika dan fase penting. “HMI telah hadir dalam gerakan sosial dan kemanusiaan. Mulai dari bencana tsunami, gempa, dan hingga sekarang bencana banjir hidrometeorologi. Bahkan pelantikan HMI Cabang Bireuen pertama dilakukan di barak pengungsian beberapa bulan setelah tsunami,” ujar Agus.
“Jadi di HMI Cabang Bireuen, ada DNA pejuang sosial dan kemanusiaan lewat aksi relawan dan kemanusiaan,” katanya.
Ketua HMI Cabang Bireuen periode 2025ā2026, T. Mirza Saputra, mengajak semua kader HMI Cabang Bireuen yang dilantik untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional serta mendorong kader HMI berperan aktif dalam pembangunan daerah lewat gerakan intelektual.
“Saya bersama pengurus HMI Cabang Bireuen siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten untuk penanganan pascabencana di Bireuen,” katanya.
Acara tersebut ditutup dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan S.Pd., M.Pd. []
Halim Mubary



