Senin, Maret 4, 2024
More
    BerandaTeknologiRancang Prototipe Listrik Prabayar, Mahasiswa USK Aceh Raih Medali Silver di Ajang...

    Rancang Prototipe Listrik Prabayar, Mahasiswa USK Aceh Raih Medali Silver di Ajang Internasional

    Published on

    Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh meraih medali silver pada ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O), yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA). USK turun dengan nama tim Intelli Charge mengusung prototipe meteran listrik prabayar.

    Tim Intelli Charge USK terdiri dari 5 orang: M Al Lail Qadrillah, Irfan Wahyuda dan Ariq Alghifary (Teknik Elektro), Sirajul Ilmi (Teknik Komputer), dan Imam Akbar Al Khalis (Teknik Sipil). Tim ini dibimbing oleh Aulia Rahman, dosen dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer

    M Al Lail mengungkapkan, di ajang tersebut USK menghadirkan prototipe meteran prabayar, yang dapat mengisi token listrik dan memonitoring penggunaan listrik dari jarak jauh, menggunakan aplikasi mobile, juga mampu memprediksi kapan token listriknya bakal habis.

    “Produk ini dimaksudkan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, serta memudahkan pengguna dalam mengelola penggunaan daya listrik mereka. Dengan teknologi canggih ini, pengguna dapat mengontrol dan mengatur pengisian token secara praktis dan efektif,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/6/2023).

    Ia menuturkan, awal terbentuknya tim saat mereka saling berkumpul dan berdiskusi terkait permasalahan sehari-hari yang terjadi, yaitu pengisian token listrik secara manual yang dinilai kurang praktis dan sulit untuk memastikan kapan token akan habis.

    “Tim kami melakukan penelitian pada meteran listrik prabayar dengan mengintegrasikannya pada jaringan internet dan menanamkan kecerdasan buatan di dalamnya,” beber M Al Lail.

    Dari diskusi tersebut, muncul sebuah ide untuk pengisian token listrik secara online dan memprediksi habisnya token, sehingga pengguna dapat menyisihkan uang pada pembelian berikutnya.

    Kompetisi tingkat internasional ini diikuti para pelajar yang berasal dari 13 negara, yaitu Vietnam, Thailand, Iran, Filipina, Malaysia, Afrika Selatan, Turkey, Indonesia, Meksiko, Bangladesh, Timor Leste, Uni Emirat Arab and Azerbaijan.

    Para peserta Olimpiade tersebut terbagi dalam 75 tim yang mengikuti kompetisi ini secara daring dan 25 peserta lainnya hadir secara offline di USK. []

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...

    Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote saat Diskusi di AJI Banda Aceh

    Sutradara dokumenter Dirty Vote, Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah...

    APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Gubernur Aceh Terbitkan Pergub

    Anggaran Pendapatan dan Balanja Aceh (APBA) 2024 belum mendapatkan persetujuan bersama dari Pemerintah dan...

    More like this

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...