Senin, Maret 4, 2024
More
    BerandaNewsMotif Pembunuhan Perempuan Terkubur dalam Rumah di Pidie karena Cemburu

    Motif Pembunuhan Perempuan Terkubur dalam Rumah di Pidie karena Cemburu

    Published on

    Motif dugaan pembunuhan perempuan yang ditemukan terkubur dalam rumah di Gampong Pulo Loih, Kecamatan Titeue, Pidie, Aceh, karena cemburu. Perempuan itu Ayu Sri Wahyuningsih diduga dibunuh suaminya Munazar di rumah sewa yang mereka tempati.

    Munazar berdalih menghabisi nyawa istrinya setelah merasa diselingkuhi.

    “Keterangan pelaku, istrinya berselingkuh dengan pria lain sejak lama, puncaknya Kamis, 11 Januari 2024,” kata Ajun Komisaris Besar Imam Asfali, Kepala Kepolisian Resor Pidie, Kamis (25/1/2024).

    Baca: Perempuan di Pidie Diduga Dibunuh, Mayatnya Terkubur dalam Rumah

    Kamis itu, Munazar menyerang Ayu Sri hingga meninggal. Di rumah yang mereka tempati itu, Munazar pada malamnya tidur bersama mayat istrinya. Jumat esok, ia memasukkan mayat dalam karung putih dan menguburkannya di kamar belakang.

    “Korban dikubur pada Jumat, sehari setelah dibunuh oleh pelaku,” kata Imam Asfali.

    Mayat Ayu Sri dibongkar warga bersama polisi seusai salat Jumat (12/1/2024). Penemuan mayat ini menghebohkan penduduk. Saat itu, Munazar telah angkat kaki dari sana—kelak polisi menangkapnya di Sumatra Utara.

    Baca: Pembunuh Perempuan Terkubur dalam Rumah di Pidie Ditangkap

    Keuchik Gampong Pulo Lhoih Samsul Kamal pernah mendengar keluhan Munazar terkait masalah dalam rumah tangga mereka yang disebut “ada masalah sedikit”. Samsul mengingatkan warganya itu agar tak main kekerasan, apalagi ke istri sendiri.

    Tapi riak-riak dalam rumah tangga mereka itu menurut Samsul tidak diketahui warga lain, termasuk tetangganya.

    Baca: Perempuan Terkubur dalam Rumah di Pidie Diduga Dibunuh Suami

    “Kalau orang itu, biar pun ada keributan, tetangga tidak tahu,” kata Samsul.

    Sebelum penemuan mayat Ayu Sri, Munazar sempat pamit ke Samsul yang datang ke rumah itu. Munazar beralasan hendak mengantarkan uang untuk anaknya di pesantren. Dan ia tak pernah kembali ke Pulo Loih hingga kemudian ditangkap polisi.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...

    Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote saat Diskusi di AJI Banda Aceh

    Sutradara dokumenter Dirty Vote, Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah...

    APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Gubernur Aceh Terbitkan Pergub

    Anggaran Pendapatan dan Balanja Aceh (APBA) 2024 belum mendapatkan persetujuan bersama dari Pemerintah dan...

    More like this

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...