BerandaHistoriManuskrip Hikayat Aceh Jadi Warisan Dunia: Naskah Langka, Kisah Sultan Iskandar Muda

Manuskrip Hikayat Aceh Jadi Warisan Dunia: Naskah Langka, Kisah Sultan Iskandar Muda

Published on

Manuskrip Hikayat Aceh secara resmi menjadi Memory of The World atau warisan dunia yang ditetapkan organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 18 Mei 2023. Naskah berbahasa Melayu dalam aksara Arab itu menceritakan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda.

Peneliti bahasa dan budaya Indonesia Universitas Leiden Belanda Dr Roger Tol mengatakan, nominasi naskah ini ke UNESCO diajukan bersama oleh Belanda dan Indonesia.

“Tentang apakah isi Hikayat Aceh? Sultan Iskandar Muda. Itulah inti karya ini. Dituangkan dalam bentuk cerita sejarah, puji-pujian kepada Sultan Iskandar Muda, Sultan Aceh masa itu,” kata Roger dikutip acehkini dari Youtube Perpustakaan Universitas Leiden, Rabu (31/5/2023).

Hikayat Aceh
Dr Roger Tol. Foto: Youtube UBLeiden

Bagi Roger, manuskrip ini sangat istimewa. Sebab, tergolong sangat tua untuk sebuah manuskrip berbahasa Melayu. Naskah tersebut ditulis pada abad ke-17. “Jadi, dari abad yang sama dengan peristiwa yang diceritakan di dalamnya,” katanya.

Penyusunan naskah tersebut atas inisiatif dari putri Sultan Iskandar Muda. Di dalamnya juga banyak menceritakan kehidupan di Aceh masa itu, perang, Islam, dan hubungan luar negeri Aceh—di antaranya dengan Portugal, Cina, dan Turki.

Naskah Langka: Tersisa Tiga di Dunia

Naskah Hikayat Aceh tergolong langka. Menurut situs Universitas Leiden, ada tiga manuskrip yang diusulkan ke UNESCO. Dua di antaranya saat ini disimpan di Leiden dan satu lagi di Perpustakaan Nasional Indonesia.

Naskah tertua dan paling lengkap ada di Leiden, yang ditulis sekitar 1675-1700 Masehi. Sebuah salinan yang juga di Leiden ditulis pada 1874. Adapun di Perpustakaan Nasional Indonesia ditulis pada awal abad ke-20.

“Dengan hanya tiga manuskrip yang masih ada, Hikayat Aceh termasuk sangat langka. Hikayat ini merupakan sumber penting bagi siapa pun yang tertarik dengan Islam, hubungan internasional, dan sejarah Aceh,” tulis situs tersebut.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Kecelakaan Maut di Aceh Timur Renggut Empat Nyawa

Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur...

2 Orang Terseret Arus saat Mandi di Pantai Lhoknga: 1 Meninggal, 1 Hilang

Dua orang warga dilaporkan terseret arus saat mandi di kawasan Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh...

Muslim Aid dan YKMI Salurkan Hewan Kurban di Aceh

Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI), didukung oleh Muslim Aid, menyalurkan sebanyak 16 hewan kurban...

Kisah Iduladha di Korea Selatan: Jemaah Indonesia dan Obat Rindu Masjid Seoul

Orang-orang berbondong-bondong keluar dari stasiun kereta bawah tanah Itaewon, Korea Selatan, Senin pagi (17/6/2024)....

Petugas Haji Asal Aceh Meninggal Dunia saat Tugas di Mina

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang petugas haji asal Aceh, Manshur bin Ahmad,...

More like this

Kecelakaan Maut di Aceh Timur Renggut Empat Nyawa

Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur...

2 Orang Terseret Arus saat Mandi di Pantai Lhoknga: 1 Meninggal, 1 Hilang

Dua orang warga dilaporkan terseret arus saat mandi di kawasan Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh...

Muslim Aid dan YKMI Salurkan Hewan Kurban di Aceh

Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI), didukung oleh Muslim Aid, menyalurkan sebanyak 16 hewan kurban...