HomeNewsKilasKemenkes Goes to Campus Sambangi Universitas Syiah Kuala

Kemenkes Goes to Campus Sambangi Universitas Syiah Kuala

Published on

Kemenkes Goes to Campus yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan menyambangi Universitas Syiah Kuala di Darussalam, Kota Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/7/2024). Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Syarifah Liza Munira, menjadi pembicara utama dalam acara yang dilangsungkan di AAC Dayan Dawood.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Mustanir dalam sambutanya menyampaikan, Kemenkes Goes to Campus merupakan salah satu strategi yang dilakukan Kemenkes untuk menjaring talenta fresh graduate dan alumni dari berbagai universitas, untuk mendaftar dalam seleksi CASN Kemenkes.

“Terkait hal itu pula, kami mengajak para alumni dan mahasiswa USK untuk bisa mengambil peran dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, salah satunya dengan mengikuti rekrutmen CPNS di tingkat pusat maupun UPT Kementerian Kesehatan yang ada,” ujarnya.

Karena itu, kata Mustanir, pihaknya berharap kegiatan ini bisa menginspirasi mahasiswa ataupun alumni USK, untuk turut mengambil perannya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 bersama Kemenkes. Apalagi hubungan USK dengan Kemenkes telah terjalin lama.

“Ada banyak program kemitraan yang telah kita jalin secara bersama. Misalnya, pada masa pandemi Covid-19 lalu, Kemenkes telah menjadi mitra strategis USK untuk bersama-sama menghadapi wabah tersebut,” ucapnya.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Syarifah Liza Munira menyampaikan terima kasih atas sambutan USK terhadap program Kemenkes Goes to Campus.

“Kemenkes membuka kesempatan yang luas bagi talenta muda, untuk berkontribusi di tingkat nasional dan global,” kata Syarifah.

Salah satu fungsi dari BKPK adalah merekomendasikan di sektor kesehatan, dan memastikan program tertentu bisa terjadi (teraplikasikan) di lapangan. Yang terbaru, Kemenkes telah merumuskan UU kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.

Ia menyebutkan, ada enam pilar transformasi kesehatan Indonesia, yaitu layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, teknologi kesehatan, dan transformasi internal Kemenkes.

“Mengapa bergabung dengan Kemenkes? Menjadi agen perubahan dalam memajukan sistem kesehatan dari fokus pengobatan ke pencegahan dan promosi kesehatan, serta meningkatkan sistem kesehatan yang murah dan berkualitas,” ujar Syarifah.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

USK Resmi Punya 4 Wakil Rektor Baru Periode 2026-2031

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Mirza Tabrani resmi melantik empat wakil rektor baru...

Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Jurnalis, KKJ Aceh Minta Aparat Hormati Kebebasan Pers

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Aceh menyoroti dugaan kekerasan yang dialami sejumlah jurnalis saat meliput...

Muhammad Nasril Raih Doktor Pengkajian Islam UIN Jakarta, Kaji Pernikahan Anak di Aceh

Aparatur sipil negara (ASN) Kemenag di Aceh, Muhammad Nasril, Lc., M.A., resmi meraih gelar...

Kemenag Aceh Pantau Hilal Dzulhijjah 1447 H pada 17 Mei, Penentu Iduladha 2026

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melaksanakan pemantauan rukyatul hilal awal Dzulhijjah 1447...

Universitas Syiah Kuala Kukuhkan 6 Profesor Baru

Universitas Syiah Kuala kembali memperkuat barisan intelektualnya dengan mengukuhkan enam profesor baru dalam Sidang...

More like this

USK Resmi Punya 4 Wakil Rektor Baru Periode 2026-2031

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Mirza Tabrani resmi melantik empat wakil rektor baru...

Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Jurnalis, KKJ Aceh Minta Aparat Hormati Kebebasan Pers

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Aceh menyoroti dugaan kekerasan yang dialami sejumlah jurnalis saat meliput...

Muhammad Nasril Raih Doktor Pengkajian Islam UIN Jakarta, Kaji Pernikahan Anak di Aceh

Aparatur sipil negara (ASN) Kemenag di Aceh, Muhammad Nasril, Lc., M.A., resmi meraih gelar...