Seorang calon anggota legislatif alias caleg di Kabupaten Aceh Utara, Denni (44 tahun), diduga dipukul terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK) di Keude Simpang Keuramat, Sabtu (13/1/2024) siang.
Dalam surat laporan ke polisi yang diperoleh acehkini Senin (15/1/2024), Denni disebut ditonjok Dahlan alias Mak Lan (48 tahun), warga Simpang Keuramat. Dahlan juga menjabat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara.
Denni saat itu disebut berada di sana untuk memasang bendera partai. Lalu, Dahlan meminta Denni menurunkan bendera itu. Karena tak digubris, Dahlan mengeluarkan parang dan meletakkan di leher Denni. Setelah itu, Dahlan menonjok muka Denni berkali-kali hingga hidungnya berdarah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Lhokseumawe Inspektur Satu Ibrahim mengatakan menyelidiki perkara ini. “Masih penyelidikan, mohon waktu ya,” katanya.
Dahlan dalam keterangan tertulis mengatakan insiden itu berawal dari Denni yang memasang atribut partai di lingkungan Masjid Babussalam Simpang Keuramat. “Jadi secara aturan Pemilu kan tidak boleh,” katanya yang menjabat Ketua Pembangunan Masjid itu.
Dahlan meminta Denni menurunkan atribut itu sehingga berujung adu mulut. “Setelah itu, saya hendak pergi. Saat menuju mobil, saya melihat dia (Denni) mengikuti saya di belakang dan membawa sebuah benda panjang dan bersarung,” katanya.
Dahlan mengira Denni membawa senjata tajam sehingga membuka pintu mobil sambil mengeluarkan parang dan meletakkan di leher Denni. Tapi, Denni memperlihatkan yang ia bawa berupa tripod.
“Karena yang dia bawa bukan parang, maka saya kembali sarungkan parang saya,” katanya.
Dari sana, Dahlan pergi ke warung kopi. Beberapa saat, ia juga mengajak keuchik Simpang Peut dan seorang kepala dusun yang sedang melintas.
Dahlan mengklaim, bertanya ke keuchik soal pemasangan atribut partai di lingkungan masjid yang dijawab bahwa tidak boleh. Menurut Dahlan, ada adu mulut antara keuchik dan Denni sehingga ia emosi.
“Sehingga saya langsung meninju mukanya. Setelah itu warga pun melerainya,” katanya.[]



